Rabu, 25 November 2015

Arba’in

Arba’in. Akal sehat kita, mungkin akan mengatakan, untuk apa berjuta-juta orang rela berjalan kaki menempuh puluhan kilometer untuk menziarahi masa lalu. Bukan hanya 2-3 juta manusia, tapi 25 juta manusia. Inilah ‘gathering’ manusia paling akbar di muka bumi. Tak ada kemewahan dalam Arba’in. Tak ada hotel bintang lima. Tak ada pendingin udara. Tak ada restoran junkfood. Tak ada selebritas dengan pengawalan khusus. Sebab mereka sedang menziarahi kepiluan yang paling berduka. Hanya ada ratapan nestapa memancar dari wajah peziarah. Hanya ada uluran kebaikan datang dari rumah penduduk yang dilalui para peziarah. Mereka menawarkan makanan dan minuman gratis sekedarnya. Menawarkan tempat lapang untuk beristirahat sejenak. Mereka, para penduduk itu, sedang berlomba-lomba dalam kebaikan. Assalâmu ‘alal Husaynil mazhlûmisy syahîd. Assalâmu ‘alâ asîril kurabâti wa qatîlil ‘abarât. Salam atas Al-Husein yang mazhlum dan syahid. Salam atas yang tertawan dalam peristiwa yang paling berduka dan terbunuh dalam tragedi paling menderita‪. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar